Sejarah Nail Art Dari perspektif sejarah, nail art sudah digunakan di zaman kuno. Nail art pertama muncul di Babilonia kuno ketika laki-laki mewarnai kuku mereka dengan kohl. Warna kuku menunjukkan status di mana laki-laki dari kelas yang lebih tinggi memakai warna hitam sedangkan laki-laki dari kelas bawah memakai warna hijau. Dari 5000 SM hingga3000 SM, wanita Mesir kuno juga menggunakan nail art untuk menunjukkan status sosial. Mereka menghiasi kuku mereka menggunakan tanaman henna. Misalnya, Ratu Nefertiti menggunakan warna merah untuk menghias kuku tangan dan kuku kakinya. Berbeda dengan Nefertiti, Ratu Cleopatra menggunakan nuansa emas untuk menghias kukunya. Perempuan biasa tidak diizinkan untuk menggunakan warna yang sama seperti ratu. Di Cina kuno tepatnya pada Dinasti Ming, cat kuku diciptakan dari campuran lilin lebah, putih telur, gelatin, pewarna sayur dan gum arabic. Seperti di Mesir, warna kuku juga mewakili kelas sosial. Pada 600 SM, selama Dinasti Zhou, bangsawan menggunakan warna emas dan perak dan terkadang menambahkan warna hitam dan merah untuk menunjukkan status mereka. Manicure mulai muncul di Paris pada tahun 1976 oleh Jeff Pink, pendiri kosmetik Perusahaan ORLY, yang ingin menciptakan gaya kuku yang praktis dan serbaguna. Dalam film Pulp Fiction, dikatakan Uma Thurman memulai trend mencat kuku bernuansa gelap selama 90-an. Karakternya dalam film yang mengenakan cat kuku gelap merah yang disebut Rouge Noir oleh Chanel. Pada zaman kuno, nail art menampilkan kelas sosial sedangkan sejak abad ke-19 nail art sudah diperbolehkan untuk semua orang dan menjadi dianggap sebagai bagian dari fashion juga.